Apa itu Kecerdasan Buatan?
Kecerdasan Buatan (AI) adalah bidang ilmu komputer yang dikhususkan untuk memecahkan masalah kognitif yang umumnya terkait dengan kecerdasan manusia, seperti pembelajaran, penciptaan, dan pengenalan gambar. Organisasi modern mengumpulkan data dalam jumlah besar dari beragam sumber, seperti sensor pintar, konten buatan manusia, alat pemantauan, dan log sistem. Tujuan menggunakan AI adalah untuk menciptakan sistem belajar mandiri yang memperoleh makna dari data. Kemudian, AI dapat menerapkan pengetahuan tersebut untuk memecahkan masalah baru dengan cara layaknya yang dilakukan manusia. Misalnya, teknologi AI dapat merespons percakapan manusia secara bermakna, membuat gambar dan teks asli, dan membuat keputusan berdasarkan input data waktu nyata. Organisasi Anda dapat mengintegrasikan kemampuan AI dalam aplikasi Anda untuk mengoptimalkan proses bisnis, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan mempercepat inovasi.
Bagaimana teknologi kecerdasan buatan berkembang?
Dalam makalah penting Alan Turing dari tahun 1950, “Computing Machinery and Intelligence,” ia mempertimbangkan apakah mesin bisa berpikir. Dalam makalah ini, Turing pertama kali menciptakan istilah kecerdasan buatan dan menyajikannya sebagai konsep teoritis dan filosofis.
Antara 1957 dan 1974, perkembangan dalam komputasi memungkinkan komputer untuk menyimpan lebih banyak data dan memproses lebih cepat. Selama periode ini, para ilmuwan mengembangkan lebih lanjut algoritma machine learning (ML). Kemajuan di bidang ini mendorong badang seperti Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) untuk menyediakan dana bagi penelitian AI. Pada awalnya, tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menemukan apakah komputer dapat menyalin dan menerjemahkan bahasa lisan.
Selama tahun 1980-an, peningkatan dana yang tersedia dan perangkat algoritmik yang digunakan oleh para ilmuwan dalam pengembangan AI membuat pengembangan menjadi lebih efisien. David Rumelhart dan John Hopfield menerbitkan makalah tentang teknik deep learning, yang menunjukkan bahwa komputer dapat belajar dari pengalaman.
Dari tahun 1990 hingga awal 2000-an, para ilmuwan mencapai banyak tujuan inti AI, seperti mengalahkan juara dunia catur. Dengan lebih banyak data komputasi dan kekuatan pemrosesan di era modern dibandingkan dekade sebelumnya, penelitian AI sekarang lebih umum dan mudah diakses. AI berkembang pesat menjadi kecerdasan umum buatan sehingga perangkat lunak dapat melakukan tugas-tugas yang kompleks. Perangkat lunak dapat membuat, mengambil keputusan, dan belajar sendiri, tugas-tugas yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh manusia.
Keuntungan AI
Ada banyak sekali keuntungan ketika kita membuat sebuah sistem berbasis AI. Mari kita bahas satu per satu keuntungan ketika menerapkan AI di kehidupan sehari-hari.
- Mengurangi Human Error
Human error memiliki arti kesalahan manusia yang diakibatkan oleh kekeliruan pengguna dari waktu ke waktu. Dengan menerapkan AI akan membuat komputer dapat menentukan keputusan berdasarkan data yang telah dipelajari sebelumnya. Oleh karena itu, kesalahan yang dilakukan oleh manusia baik itu dikarenakan kelalaian atau kelelahan akan berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali. - Dapat bekerja tanpa henti
Seperti yang kita tahu, manusia normal akan bekerja selama 6-12 jam per harinya. Di luar itu, manusia membutuhkan waktu istirahat dan melakukan aktivitas lainnya. Bayangkan, dengan menggunakan AI, kita dapat membuat komputer mengerjakan tugas selama 24 jam tanpa merasa lelah dan bosan. Keren, bukan? - Meningkatkan produktivitas
Dengan melakukan tugas yang terus menerus, akan berdampak pada peningkatan produktivitas pekerjaan. Penghematan waktu saat bekerja bisa digunakan untuk melakukan pekerjaan yang lainnya. Hasilnya, tugas yang diselesaikan akan lebih banyak dengan bantuan AI daripada hanya dilakukan secara manual oleh manusia. - Membantu kehidupan sehari-hari
Bayangkan, pada zaman dahulu ketika ingin pergi ke suatu tempat baru kita tidak dapat mengetahui jalan mana yang paling dekat dan cepat. Namun, pada zaman ini, kita bisa bertanya dengan mudah menggunakan Google Assistant yang hanya perlu mengatakan “Ok Google, tunjukkan jalan ke kantor saya”. Ini akan menunjukkan lokasi kantor kamu di Google Maps dan memberikan jalur terbaik menuju ke sana.
Sejujurnya, kelebihan penerapan AI masih banyak sekali. Namun, kita tidak akan membahas semuanya sekarang. Karena semakin banyak kelebihan suatu hal, kita akan semakin penasaran apakah hal tersebut memiliki kekurangan juga? Jawabannya adalah ya! AI juga memiliki sebuah kekurangan. Salah satunya, dengan menerapkan AI akan membuat manusia menjadi malas. Manusia akan bergantung kepada AI untuk melakukan tugasnya sehingga dapat menyebabkan kemalasan pada generasi masa depan. Di sinilah keputusan kamu dibutuhkan, apakah kamu ingin menjadi pengembang AI atau malah menjadi korban AI? Putuskan masa depanmu sekarang!
Terminologi AI
Setelah kalian mengetahui pengertian AI dan keuntungannya, mari kita cari tahu lebih dalam apa saja bidang turunan yang ada padai AI sehingga dapat membedakan karakteristik dari masing-masing bidang turunannya.
Perhatikan gambar berikut.

Sebenarnya, AI masih memiliki banyak sekali bidang turunannya. Namun, pada kesempatan ini, kita akan membahas bidang turunan yang paling banyak digunakan saat ini.
Artificial Intelligence (AI)
AI adalah teknologi yang menerapkan peniruan perilaku manusia terhadap komputer untuk memanfaatkan komputer mempelajari dan melakukan tugas tanpa perlu bantuan eksplisit tentang output yang diharapkan. Nah, dengan penjelasan tersebut AI memungkinkan komputer untuk belajar dari pengalaman, mengidentifikasi pola, membuat keputusan, dan menyelesaikan tugas-tugas kompleks dengan cepat dan efisien.
Machine Learning (ML)
Machine learning (ML) merupakan salah satu bagian dari kelompok keilmuan AI yang secara otomatis dapat belajar dan berkembang berdasarkan pengalamannya. Machine learning adalah sebuah teknologi yang menggunakan metode statistika untuk membuat komputer dapat mempelajari pola pada data tanpa perlu diprogram secara eksplisit. ML bergantung pada algoritma yang digunakan untuk menganalisis data dalam jumlah yang besar, belajar dari pengetahuan berdasarkan data, dan memberikan keputusan berdasarkan pengalaman yang dipelajarinya dengan tepat.
Pelatihan model pada machine learning berguna untuk meningkatkan performa dari waktu ke waktu setiap kali pelatihan itu dilakukan. Nah, setelah melewati proses tersebut, kita akan mendapatkan sebuah output dari proses pembelajaran mesin tersebut. Output akhir dari pengembangan Machine Learning ini sendiri merupakan sebuah model yang dapat melakukan tugas berdasarkan data pelatihan yang diberikan. Semakin banyak data yang digunakan, semakin baik pula modelnya. Bagaimana menurut kamu? Apakah saat ini kamu sudah dapat membedakan apa itu Machine Learning dan AI? Jika saat ini kamu dapat membedakan hal tersebut, mari kita bahas satu bidang lagi yang lebih dalam dari AI!
Deep Learning
Setelah kamu mempelajari Machine Learning, mari kita selami lebih dalam bagian dari Artificial Intelligence yang ada pada artikel ini. Kenalkan Deep Learning!
Deep Learning merupakan bagian dari Machine Learning. Namun, perlu kamu ketahui bahwa terdapat perbedaan mendasar antara Machine Learning dengan Deep Learning. Deep Learning merupakan pembelajaran mesin yang didasari oleh saraf tiruan, proses yang lebih kompleks dari pada Machine Learning karena pada tahapan ini proses pembelajarannya terdiri dari beberapa bagian mulai dari input, hidden layer, dan output.
Kesimpulan
Teknologi kecerdasan buatan memiliki potensi yang sangat besar untuk mengubah cara kita hidup dan bekerja. Namun, agar dampaknya positif, penting untuk memahami dan mengelola implikasi sosial, etika, dan ekonomi yang muncul. Dengan pendekatan yang hati-hati dan terencana, kita dapat memanfaatkan kekuatan AI untuk kebaikan bersama.
Sumber referensi :
https://www.dicoding.com/blog/ai-adalah-teknologi-yang-dapat-mempermudah-kehidupan-manusia/
https://aws.amazon.com/id/what-is/artificial-intelligence/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar